Sepenggal cerita tentang pantai Pangandaran

| 0 Tanggapan |

08 July 2009


Liburan selama 2 minggu ku terasa sangat berharga walaupun hanya menikmati 1 tempat wisata dan itu pun hanya 3 hari 2 malam saja. Selebihnya, kesibukan menghadapi tahun ajaran baru, seperti Masa orientasi bagi anak didik baru (aku terlibat menjadi panitianya) sudah mulai merongrong masa liburanku. Praktis, hanya 1 minggu pertama saja aku mengalami masa libur.

Namun, liburanku ke pantai pangandaran 3-5 Juli kemarin benar-benar membuat liburanku terasa kenyang. Mungkin aku orang udik yang baru melihat pantai indah di selatan pulau jawa ini. Tapi memang benar....

Aku berangkat di hari jum’at. Setelah menunaikan shalat jum’at, teman-temanku telah berkumpul. Beragam bawaan telah mereka pack di dalam tas. Kebanyakan mereka hanya membawa pakaian 4 stel dan mie instan untuk bekal disana. oh ya... disana kita akan tinggal di sebuah villa milik saudaranya teman kami. Entah megah atau tidak, yang penting kita bisa tinggal dan rehat disana. jadi kita tidak akan kekurangan waktu bermain disana.

Namun pemberangkatan tidak semulus yang dibayangkan. Teman-temanku berangsur-angsur datangnya, hingga kita berangkat jam 3 sore. Kita menaiki truk bak terbuka milik salah satu teman kami. Untungnya disana sudah disediakan terpal yang terhampat diatas kita. Sehingga kita tidak kepanasan di siang hari. Awalnya, sebanyak 10 orang telah hadir, dan 2 orang lagi menunggu di talaga. Perjalanan selama 5 jam pun kita lewati. Malang, di tengah jalan ban mobil kami bocor. Sehingga kami harus menuggu beberapa menit untuk menambal ban tersebut. Belum lagi waktu istirahat dan beberapa hal lain yang membuat kita harus berhenti di tengah jalan. Akhirnya kami sampai jam 10 tepat waktu pangandaran.

Ternyata villa yang akan kami tempati begitu megah. Villa dengan 2 lantai bergaya modern ini akan kami tinggali sekitar 3 hari. Halamannya luas dengan permukaan rumput hijau nan tebal. Disekitar halaman tumbuh bunga-bunga dan tamana lain serta sekitar 10 pohon kelapa menjulang sebagai kanopi. Benar-benar megah. Saat masuk ke dalam, perabotan rumah ditutupi oleh kain putih khas rumah yang ditinggal lama oleh pemiliknya. Kami membersihkan sedikit lantai rumah itu yang terasa lembab dan membuka sebagian kain dari perabotan.

Disana, kami makan beberapa mie instan. Beberapa waktu kemudian, teman kami yang mengendarai motor dari majalengka tiba. Dia terlihat sulit menemukan tempat kami yang terpencil walau dekat dengan pantai. Malam itu kami lalui dengan tidur...

Paginya, beberapa temanku telah bangun untuk melihat sunrise. Namun saat itu aku belum bangun dari tidur. Di siang hari saat kita ingin merasakan deburan ombak, hujan malah turun di pantai. Kami hanya menonton TV saja di rumah. Baru pada sekitar jam 1 siang. Hujan kecil itu reda dan matahari kembali menyengat. Kami bermain-main di pantai layaknya anak kecil. Menghampiri ombak-ombak kecil dan membuat kami basah dan kotor oleh pasir halus pantai. Oh ya.. kami tidak perlu jauh-jauh ke pantai barat (pangandaran) yang ramai dikunjungi orang, karena halaman dari rumah kami adalah muara pantai dengan benteng batu besar sepanjang 50 m yang adalah lanjutan dari pantai timur yang sepi. Jadi kita bisa main sepuasnya tanpa takut terganggu oleh orang lain.

Kami mengisi siang hari kami dengan main sepuasnya di pantai itu. Melihat, menerjang, dan terbawa oleh ombak. Bermain di pasir, membuat istana dan mengubur diri. Setelah puas, kami mandi membersihkan diri dari air laut yang terasa lembab atau lengket. Kami menjemur pakaian basah kami di halaman belakang rumah. Setelah itu beberapa teman kami mencoba untuk memanjat pohon kelapa untuk merasakan segarnya air kelepa muda. Wuih.. seger sekali... sayang, kita hanya mampu memanjat pohon yang kecil, buahnya pun masih hijau.

Malam harinya (malam minggu), kami pergi ke pantai barat pangandaran. Pantai yang menjadi objek utama disini. Pantai yang menjadi ikon pangandaran. Jaraknya dair rumah kami sekitar 5 km atau dari SMA N 1 Majalengka ke cigasong. Kemudian truk kami diparkir di pasar pangandaran yang berjarak 100 m dari pantai. Sepanjang tempat parkir menuju pantai, kami melihat kerumunan masa dari berbagai golongan, berbagai hotel dan kios-kios kerajinan tangan dan pakaian. Kami menghabiskan malam minggu di pantai. Cukup sepi ternyata. Kami hanya melihat-lihat pantai dan berfoto. Setelah itu kami berkeliling untuk mencari kerajinan tangan dan pakaian. Beberapa teman kami berbelanja hiasan khas pantai. Berkali-kali kami melihat kerumunan pria, wanita, dan orang yang sedang pacaran berjalan-jalan di pinggir menghabiskan waktu. Setelah lelah berkeliling, kami makan nasi goreng tak jauh dari tempat parkir. Setelahnya, kami pulang ke rumah dan tidur..

Rencana awal, kami akan menghabiskan waktu hingga hari senin. Namun, ada sesuatu yang membuat kami pulang lebih awal, hari minggu. Jadi, malam minggu itu kami habiskan untuk berbelanja oleh-oleh.

Hari kedua aku mencoba untuk bangun lebih pagi. Sementara yang lainnya masih tertidur pulas melepas lelah. Aku bersama kedua temanku pergi ke benteng bau itu dan berfoto dengan backrgound sunrise yang begitu indah. Kami kemudian duduk-duduk santai melihat gulungan ombak di pagi hari yang lumayan besar.

Setelah aku kembali ke rumah, teman-temanku mulai bangun dari tempat tidur. Setelah beberapa jam, mereka berencana menghabiskan waktu di pantai untuk terakhir kalinya, berenang, dan berfoto bersama. Selama sekitar 3 jam kami habiskan di pantai untuk bersenang-senang, karena akan sangat jarang kita kembali lagi kesini. Kami kembali ke rumah sekitar jam 11.

Setelah semuanya mandi, kita mulai packing barang-barang dan membereskan perabotan dari ulah kami selama 2 hari. Kami menyapu, mengepel, mencuci, dan merapikan semuanya. Mirip seperti saat kita belum menempati rumah itu. Dan kami pulang setelah menunaikan shalat dzuhur jam 12...
Baca Selanjutnya..

Peringatan 1 tahun blog nyarinama

| 0 Tanggapan |

01 July 2009


Sekarang, 1 Juli 2009.. adalah saat yang sangat menggembirakan buat blog ini. Genap 1 tahun sudah blog ini berdiri dan memadati bandwidth internet anda bersama milyaran blog lain di seluruh dunia ini. Peringatan 1 tahun blog nyarinama tidak semeriah acara ulang tahun pada umumnya. Hanya memanjatkan do’a agar blog ini dapat terus stabil beridiri dan dikunjungi banyak orang serta dapat bermanfaat.

Saya, Ricky P. Ramadhan sebagai pemilik tunggal blog ini menyatakan rasa syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan kekuatan serta pikiran yang jernih untuk selalu berkarya demi kemajuan dalam berbagai hal. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada keluarga saya. Ibu, Bapak saya yang telah mengizinkan saya untuk menghabiskan uang jutaan rupiah selama 1 tahun ini, untuk terus mengisi blog kesayanganku ini. Tak lupa beberapa orang spesial yang hadir silih berganti selama 1 tahun belakangan. Teman-temanku anak-anak Falcon. Aliy, Dio, Johan, Ribang dan Windi, terima kasih sudah banyak berkunjung. Terima kasih sudah ikut-ikutan ngeblog bersama. Terima kasih pula kepada teman-teman dalam organisasi, GIt maupun OSIS yang telah mensupport saya. Terima kasih pula kepada teman-teman saya di kelas X-9 dulu dan XI IPS 1 sekarang. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada pacar saya, Isri Nurwindasari H. Yang telah menemani saya, meskipun ia tidak begitu menyukai komputer.

1 tahun blog ini harus dimaknai benar sebagai keberhasilan saya membangun fondasi kuat untuk blog ini. Fondasi itu adalah semangat untuk berkompetisi. Karena pada awalnya, pembangunan blog ini tidak terlepas dari jasa Telkom Kandatel Cirebon yang telah menyelenggarakan lomba blog satu tahun lalu. Sehingga hingga sekarang, blog ini masih kokoh berdiri.

Hambatan-hambatan telah banyak menghadang dalam 1 tahun berdirinya blog ini. Masalah yang paling sering mendera adalah terpecahnya konsentrasi dan kesibukkan dalam dunia nyata. Saya adalah orang yang suka berorganisasi. Suka pula dalam hal travelling. Maka, dibutuhkan materi dan tenaga untuk itu semua. Sehingga untuk terus mengupdate blog ini, dibutuhkan sekitar 10 ribu rupiah setip harinya. Sedangkan saya hanya pelajar yang belum mempunyai penghasilan. Andai saja komputer di rumah saya terpasang internet. Mungkin jumlah posting hingga hari ini sudah mencapai 200 posting.

Setelah 1 tahun berdiri, saya rasa harus memperbaiki blog ini. Untuk itu, sebagai penyegaran, saya mengupdate animasi flash yang ada di header blog ini menjadi lebih menarik. Animasi itu dikerjakan sendiri oleh saya selama 1 minggu terakhir. Alhamdulillah kemampuan saya telah terasah selama 1 tahun. Mudah-mudahan anda suka dengan karakter animasi yang sekarang terpampang.

Blog sebagai bahan bacaan tentu mengutamakan isi. Maka itu saya telah berupaya untuk terus memperbaiki isi blog ini menjadi semakin berbobot dan layak baca. Semoga saja sang mesin pencari sudi untuk mengindeks blog saya lebih awal. Saya juga sudah mengubah beberapa layout atau tipografi penulisan teks. Yang dulunya hanya bergambar kecil dan diletakkan dengan gaya word cap, sekrang telah diubah menjadi gambar besar dengan tulisan yang cukup panjang dibawahnya. Untuk urusan widget, saya tidak banyak menggantinya. Hanya ada beberapa tambahan baru hasil gerilya saya mencaplok script.

Alhamdulillah, selama 1 tahun ini prestasi saya stabil. Hanya saja dalam gelaran lomba blog kemarin, saya hanya bisa duduk di peringkat 3. total, selama 1 tahun saya mengikuti 4 lomba blog dengan rekapitulasi berhasil mendapat juara 1 dan 3 dalam 2 lomba awal dan akhir.


Fluktuasi pengunjung dalam blog ini terlihat jelas. Namun sekarang sudah mulai stabil. Setiap harinya, tak kurang dari 20 orang mengunjungi blog ini, sehingga 200 hingga 300 orang terkumpul setiap bulan yang telah mengunjungi blog ini. Semoga dengan semakin tuanya blog ini, mesin pencari semakin akrab dengan blog ini, dan pengunjung semakin sering datang kemari.

Akhir kata, saya mengucapkan terima kasih telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari perjalanan hidup saya.

Love my god,

love my family,

love my friends,

love my girl,

love my blog...!!
Baca Selanjutnya..

Saatnya berlibur

| 1 Tanggapan |

22 June 2009


6 bulan kita belajar, 1 minggu kita melaksanakan ujian. Berbagai tugas telah kita lunasi. Tinggal menunggu hasil belajar kita selama ini... dan saatnya kita liburan..!!! saat inilah yang paling ditunggu-tunggu setelah kita memanaskan otak seminggu lebih. Saat inilah saat pelipur lara penghibur saat kita mulai putus asa.

Tak ayal, kita jauh-jauh hari telah merancang strategi libran paling asyik. Entah itu ke kota dan bertemu keluarga, atau berendam di kolam air panas, berkunjung ke pantai, mendaki gunung dan menghirup udara segar, berpetualang, belanja baju baru, atau jalan-jalan gak karuan. Selain tujuan liburan, kita tentu harus menyiapkan kocek yang tebal sebagai belak kita selama 2 minggu menghabiskan waktu. Mungkin 500 ribu sampai 1 juta bisa kita habiskan hanya 1 minggu saja.

Tak bisa kita pungkiri, disaat liburanlah kita melepaskan penat. Melihat pemandangan baru, berkunjung ke tempat baru, ataupun bertemu dengan orang-orang baru. Semuanya harus dilakukan dengan enjoy. Jika saja tidak enak, maka kita langsung menggerutu soal liburan kita. dan secara langsung kita akan membawa cerita-cerita baru untuk kita kabarkan pada teman kita sepulang dari liburan.

Dari sekian banyak orang yang berlibur, mungkin saja ada orang yang hanya di rumah. Menghabiskan waktu untuk menonton dan berdiam diri di rumah. Dan selama ini aku termasuk bagian itu. Boring tak bisa keluar rumah ataupun tidak mempunyai tujuan tempat liburan yang asyik. Yah... ditambah lagi dengan uang yang tak ada... bertambah lagi kesengsaraan hari liburanku di waktu dulu.

Semoga saja ada uang yang bisa aku simpan dan aku gunakan saat liburan nanti. Dan semoga saja banyak teman yang mengajakku liburan. He..
Baca Selanjutnya..

kemasan acara TV

| 0 Tanggapan |

21 June 2009


Anda tentu telah banyak melihat beragam acara TV. Dari sekitar 10 stasiun TV nasional, banyak acara yang memiliki kesamaan atau sengaja sma dengan harapan pemirsa dapat memilih acara mana yang lebih baik. Semua itu dilakukan semata-mata untuk mendapatkan perhatian pemirsa dan menaikkan rating. Dan peran rating inilah yang kemudian memegang peran dalam dunia showbiz..

Anda mungkin tercengang dengan beberapa acara reality show yang sangat heboh. Begitu fantastis dan benar-benar dramatis. Ya, itulah memang kekuatan sebuah reality show. Fantastis. Karena semua sesuatunya benar-benar di desain nyata. Misalnya saja ketika ada sebuah reality show kontak jodoh. Pria dan wanitanya tidak mutlak menawan. Dan di dalamnya dihadirkan drama. Belum lagi ada saja ulah pesertanya seperti perkelahian, penolakan, percekcokan, ketidakcocokan dan lainnya. Semuanya begitu memainkan emosi kita. Seperti itulah hebatnya sebuah acara reality show.

Kemudian ada acara misteri semacam uji nyali. Disana diperlihatkan kemunculan mahkluk-mahkluk gaib yang menakjubkan. Semuanya dibuat nyata dan heboh. Sehingga semua orang kini mempercayai ada setan yang bisa kita lihat.

Belum lagi dengan acara baru-baru ini yaitu kontes sulap. Dari kesemuanya, acar kontes ini memang paling aneh. Dan sejauh ini paling diminati daripada kontes lainnya. Perhatian masyarakat tertuju pada kepercayaan pada kekuatan lain selain kekuatan pencipta. Namun semua orang belum menyadari hal itu.

Acara kontes sulap itu pula menghadirkan drama dan keangkuhan dari para juri (layaknya juri acara kontes yang selalu membikin onar). Banyak ulah yang dibuat oleh juri itu. Sampai-sampai banyak yang menyorakinya.

Sebenarnya apakah semua acara itu nyata..? apakah semua adegan dalam reality show itu nyata..?? apakah ulah para juri acar kontes memang seperti itu..? ada apa dibalik hebohnya acar TV..?

Percayalah, acara TV yang selama ini anda tonton adalah permainan bisnis. Banyak campur tangan orang lain dalam penentuan materi acara. Sebuah tim kreatif yang mencetuskan ide tentang materi acara, tidak selalu didengar. Umumnya para atasan akan melihat prospek bisnis kedepannya. Apakah acara ini akan menjadi sebuah acara besar..?
Dan kemudian, ketika acara itu masuk tahapan produksi, tim lainnya akan menjajakan acara mereka pada banyak industri untuk membantu biaya operasional acar tersebut. Bisa melalui sponsor langsung ataupun penempatan iklan pada sepanjang program itu tayang. Itulah sebabnya banyak acara yang tenar yang sering berganti sponsor. Dan tiap kali acara, si pembawa acara pasti akan mempromosikan produk sponsornya. Juga dengan ini kita bisa tahu kenapa dalam sebuah acara, iklannya yang itu-itu saja.

Setelah itu semua. Acara akan berjalan dari komando bisnis. Jika acara kurang menarik, maka stekeholder akan membuat terobosan dengan cara-cara yang nyeleneh. Bisa dengan mendramatisir keadaan atau yang lainnya. Dan percayalah, acara-acara reality show itu tidak 100% asli. Ada arahan-arahan lain dari tim kreatif untuk mengemas acara menjadi lebih mengharukan, lebih aneh, lebih dramatis, dan lebih menarik. Coba saja pikirkan, apakah setiap acara kontak jodoh harus ada adegan perebutan wanita..?? tentunya tidak semua adegan itu benar. Karena peserta acara, biasanya akan dicekoki uang untuk memperlancar acara.

Masalah acara kontes lebih bisa terlihat lagi ketidakasliannya. Coba saja anda lihat, setiap acara kontes, entah itu menyanyi, sulap, tantangan, selalu ada juri yang bertipikal pengkritik. Dia akan selalu mengkritik peserta dan selalu tidak puas dengan penampilan peserta. Apa memang seperti itu..?? atau hanya drama saja..?? ya, semuanya hanya drama belaka. Karena sesungguhnya dibelakang panggung, semua yang terkait dengan acara (juri, peserta, pembawa acara, bintang tamu) semuanya bekerja sama. Semuanya ada dalam satu naungan dan mendapatkan honor yang masih dari 1 orang.

Makanya, juri akan disuruh untuk memperkeruh suasana, dan peserta akan diam menerima kritikan. Begitu.. dan semuanya memang sama. Saya yakin ada banyak permainan uang dibelakang panggung. Misalnya jika si juri itu bisa membuat emosi penonton bergejolak, dia akan mendapatkan bonus. Dan apabila peserta tidak membuat kehebohan, maka nilai sms yang diterima akan dikurangi. Begitulah menurut saya.

Jadi selama ini, tak ada yang 100% asli dari acara TV. Semuanya bentuk dari permainan uang yang jelas menggiurkan. Kita sebagai penonton hanya bisa menerima apa yang kita tonton, meskipun hanya acara angin yang tak berisi..
Baca Selanjutnya..